Review Makanan Tenderloin Steak. Tenderloin steak terus menjadi simbol kemewahan di dunia kuliner hingga akhir 2025. Potongan ini diambil dari bagian psoas major sapi, yaitu otot yang jarang digunakan sehingga sangat lembut dan hampir tanpa serat keras. Banyak yang menganggap tenderloin sebagai steak paling tender di antara semua potongan, sering disebut “butter knife steak” karena bisa dipotong hanya dengan pisau mentega. Meski kurang marbling dibanding ribeye atau sirloin, tenderloin unggul di kelembutan murni dan rasa clean yang elegan. Saat ini, tenderloin sering jadi pilihan utama di restoran fine dining maupun acara spesial rumahan. Review ini bahas secara langsung soal keistimewaan tenderloin, cara masak optimal, dan posisinya di antara steak premium lainnya. BERITA BOLA
Karakteristik Rasa dan Tekstur: Review Makanan Tenderloin Steak
Tenderloin punya tekstur super lembut yang langsung meleleh di mulut, hampir seperti velvet. Karena minim lemak intramuskular, rasanya lebih mild dan clean dibanding potongan lain—fokus pada beef flavor murni tanpa overpower oleh gurih lemak. Setiap gigitan terasa ringan, halus, dan tidak membebani, membuatnya cocok untuk yang ingin nikmati steak tanpa rasa terlalu berat.
Kelemahan marbling rendah justru jadi kelebihan bagi yang suka steak lean; tidak ada bagian kenyal atau berlemak berlebih. Saat dimasak medium rare, dalamnya tetap pink merata dengan juiciness sedang, meski tidak seberair ribeye. Banyak pecinta steak bilang tenderloin adalah pilihan terbaik untuk menikmati kualitas daging premium secara langsung, terutama jika dipadukan dengan saus kaya seperti peppercorn atau béarnaise yang tambah kompleksitas rasa.
Cara Memasak Terbaik: Review Makanan Tenderloin Steak
Tenderloin paling enak dimasak sederhana agar kelembutannya tetap menonjol. Pan searing cepat di wajan sangat panas jadi metode favorit—sear 2-3 menit per sisi untuk steak tebal 4-5 cm, cukup untuk crust tipis tanpa overcook dalamnya. Tambah mentega dan herbs di akhir untuk basting ringan, beri aroma tanpa tutupi rasa alami.
Karena potongannya lean, hindari overcook—medium rare (52-55°C dalam) adalah sweet spot agar tetap juicy. Reverse sear sangat direkomendasikan di 2025: panggang dulu oven suhu rendah 120-130°C hingga suhu dalam mendekati target, baru sear cepat di wajan untuk crust golden. Grill juga bisa, tapi api sedang agar tidak kering. Seasoning minimal: garam kasar dan lada hitam segar sebelum masak, ditambah sedikit minyak zaitun untuk konduksi panas merata. Istirahat 5-10 menit setelah matang penting agar jus tidak hilang saat dipotong tipis melawan serat.
Kelebihan, Kekurangan, dan Perbandingan
Kelebihan tenderloin tak tertandingi di tenderness—paling lembut di semua potongan steak, cocok untuk yang prioritas tekstur halus. Bentuknya seragam, mudah dipotong jadi medallion atau filet mignon, dan rasanya elegan tanpa dominasi lemak. Harganya premium, tapi worth it untuk occasion spesial.
Kekurangannya, kurang flavorful dibanding ribeye atau sirloin karena marbling minim, jadi sering butuh saus atau bacon wrap untuk tambah richness. Bisa terasa kering jika overcook sedikit saja. Dibanding ribeye, tenderloin kalah juicy tapi menang super tender. Dibanding sirloin, lebih lembut tapi kurang beefy bold. Secara keseluruhan, tenderloin adalah steak untuk yang menghargai kehalusan dan kemewahan murni, bukan intensitas rasa lemak.
Kesimpulan
Tenderloin steak tetap jadi raja kelembutan di dunia steak hingga akhir 2025. Tekstur buttery soft, rasa clean elegan, dan kemudahan masak sederhana membuatnya pilihan utama untuk pengalaman dining berkelas. Meski butuh perhatian ekstra agar tidak kering, hasilnya selalu memuaskan saat ditangani benar—medium rare dengan crust tipis dan saus pendukung. Jika kamu cari steak yang terasa mewah di setiap gigitan tanpa effort mengunyah, tenderloin tak ada tandingannya. Hidangan abadi yang selalu bikin makan malam terasa spesial dan unforgettable!

